Kuliner Solo – Selat Solo

info kuliner, selat solo, indonesian food, makanan khas jawa tengah

sumber foto: www.google.com

Saat itu saya sedang mudik ke rumah nenek di Solo. Kemudian, saya bersama para saudara mampir di salah satu restauran di Jalan Wijaya Kusuma. Saya sempat bingung memilih makanan yang tertera di menu restauran. Akhirnya, saya mengikuti saran saudara saya untuk memilih Selat Solo. Katanya, itu termasuk salah satu makanan khas Solo yang populer.

Jujur saja, saya belum pernah mendengar makanan Selat Solo sebelumnya, apalagi memakannya. Dan, saat Selat Solo pesanan saya datang, saya sempat heran memandanginya. Dari penampilannya terlihat seperti steak gaya Eropa karena Selat Solo yang dihidangkan terdiri dari daging sapi, potongan kentang, wortel, dan buncis rebus, layaknya steak yang biasa dijual di cafe. Yang membuat heran adalah selain rangkaian steak pada umumnya, Selat Solo juga dilengkapi dengan acar, telur pindang, irisan tomat, selada, dan mayonais. Dan saat saya mencicipi kuahnya, rasanya manis seperti kuah semur khas Jawa.

Setelah saya berbincang dengan saudara saya yang asli Solo, saya baru tahu kalau ternyata Selat Solo merupakan hasil percampuran dari masakan Eropa dengan selera lidah lokal. Kata ‘selat’ diperkirakan berasal dari kata ‘salad’ dalam bahasa Inggris karena makanan ini memang terdiri dari sayuran dan mayonais seperti layaknya hidangan salad sedangkan kata ‘solo’ merupakan nama daerah Solo yang mencirikan daerah asal makanan khas tersebut.

Menurut saya, campuran antara khas Barat dengan lidah lokal dalam masakan ini membuat Selat Solo menjadi makanan yang unik dan bercita-rasa istimewa.

456 kali dilihat, 4 kali dilihat hari ini